Tuesday, June 12, 2012

Resensi buku motivasi Zero to Hero oleh Nur Aisya Karima


RESENSI BUKU MOTIVASI “ZERO TO HERO”


Disusun oleh :
Nur Aisya Karima (1111016100083)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2012

Mendahsyatkan Pribadi Biasa Menjadi Luar Biasa…!
Oleh   Nur Aisya Karima

Judul  buku     :  Zero to Hero
Penulis                        :  Solikhin Abu  Izzudin
Terbit              :  Pro-U Media
Cetakan XVI   :  Agustus 2010
Tebal buku      :  300 halaman
Harga buku     : Rp.25.000-,

Jika diakui, kita ini hanyalah orang biasa. Banyak keterbatasan, kekurangan, kelemahan, kegagalan, kemalasan dan lainnya. Hal itu bukanlah masalah. Bagaimana di tengah keterbatasan itu kita dahsyatkan diri agar lahir prestasi tinggi. Itulah kepahlawanan sejati.

Orang yang hebat adalah orang yang mampu mendahsyatkan dirinya ketika dia , dan mengembangkan apapun yang ada didalam dirinya mau itu sebuah kekurang ataupun kelebihan.

Ini bukan sekedar “buku cerita” tentang prestasi manusia. Bukan sekedar bacaan hiburan pelepas kepenatan. Bukan semata kumpulan dan nukilan. Kami gali dari khazanah yang terpendam, merangkai yang tercecer, menyusun yang terbengkalai, merawat yang dianggap remeh dan menyuguhkannya menjadi sebuah “kekuatan dahsyat” untuk menggugah dan mengubah diri menjadi pribadi luar biasa.

Buku motivasi ini ditulis oleh Sholikhin. Lahir di Kebumen, Jawa Tengah, 17 Maret 1971. Alumnus Program DIII Higene Perusahaan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja Fakultas Kedokteran UNS Surakarta menyelesaikan pendidikannya tahun 1993. Kemudian melanjutkan studinya di Instiute of Da’wah and Islamic Studies “Ma’had Al Bina’ Surakarta dan lulus sebagai lulusan terbaik kedua dan diwisuda pada bulan Maret tahun 1996, hadir DR.HM. Hidayat Nurwahid, MA dengan tema “Aqidah Salaf di Tengah Arus Kebangkitan Ummat.” Dalam seminar wisuda bertajuk “Manhaj Salaf dan Gerakan Dakwah Islamiyah.”
         
Sejak kecil ia punya minat baca yang besar dan menaungkan gagasannya dalam kertas-kertas bekas sekalipun (seperti pelapah korma di jaman Nabi barangkali…) itulah yang turut mengantarkan pada kondisi sekarang. “ketrampilan sekecil apapun sangat penting artinya dalam hidup”, begitulah prinsip yang dipegangnya. Sangat perhatian terhadap waktu dan tidak melewatkannya kecuali untuk hal-hal yang bermanfa’at. Seringkali menyusun konsep-konsep tulisan di atas motornya dalam perjalanan. Salah satunya buku “Mumpung Masih Muda, Enjoy Aja!” dan “Zero to Hero”. Biasa menghabiskan beberapa buku-bukunya di atas bus atau di atas kapal laut.
         
Penulis, da’I, muballigh, konsultan keluarga, presenter, desainer grafis, editor, dan trainer ini Mengawali debut jurnalistiknya dengan menulis “resensi” di media pada tahun 1993 di majalah Ishlah dan Inthilaq (almarhum), juga di Majalah Al Muslimun. Banyak mengangkat kegiatan kmpus dan keislaman melalui reportase di Ishlah, kemudian dilanjutkan menuangkan gagasan berupa artikel dan kolam seperti mengisi kolom Hikmah di Harian Republika.
Penulis yng punya beberap nma di media seperti Abu ‘Izzuddin, Hamas Izzuddin, Sholikhin l Parambi, dan Solikhin Abu ‘Izzuddin, ini ikut terlibt dalam pendirian Partai Keadilan di Sragen (kini PK Sejahtera), juga terjun dalam Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah sebagai Ketu PDPM Bidang Organisasi. Di DPD PKS ia menggawangi Biro Kaderisasi Keprtaian setelah sebelumnya diamanahi di Humas dan Sekretaris Umum.
Putra dari pasangan Wiryo Utomo dan Roisah ini dikaruniai 4 orang putera – Izzuddin Ar Rifqiy (tahun 2006 berusi 12 tahun, Daris Muhammad Ridhwan 10 tahun, Royan Jaisy Ar-Rahman 2 tahun, dan Fahri Abdul Fatah 4 tahun – dari pernikahannya dengan Retna Asih Dewi Astuti. TInggal di Jl. Cemara Teguh jajar Rt. 08/II, Plumbungan, Karangmalang , Sragen 57222. HP. 081329005776
Mohon do’a ikhwan fillah, ustadz dan ulama dan seluruh pembaca, semoga penulis bisa terus belajar dan menyajikan karya sebagai amal jariyah sebagaimana pesan Ibnul Jauzy bahwa salah satu amal jariyah terbaik adalah menulis buku. Sebab, meski penulisnya telah mati tetap Insya Allah ilmu bermanfaa’at yang dituangkannya bisa mengalir sepanjang waktu. Semoga semua itu bisa menjadi luasnya bangunan rumah kita di surga.
Please, dahsyatkan dirimu, Zero to Hero! Selamat bekerja dan berkarya semoga Allah meridhoi kita.


Ringkasan Zero to Hero
Kecil-kecil jadi mufti
Suatu hari, di Masjidil Haram seorang guru tengah menyampaikan ilmu kepada murid-muridnya. Dengan lugas, jelas, dan komunikatif, guru tersebut mengajarkan materi fiqh, muamalah, jinayah dan hokum-hukum criminal.

Namun ada yang ganjil dalam majelis ini, ternyata Pak Guru tampak jauh lebih muda dari pada murid-muridnya. Bahkan di tengah profesi belajar mengajar, ia sempat minta izin untuk minum, padahal siang itu adalah bualan Ramadhan. Kontan saja “ulah” Pak Guru menuai Protes. “Kenapa Anda Minum, padahal ini ‘kan bulan Ramadhan?”, Tanya para murid. Ia menjawab, “Aku belum wajib Berpuasa.”

Siapa Pak Guru yang terlihat nyeleneh tersebut? Ia adalah Muhammad Idris Asy-Syafi’i, yang lebih  kita kenal dengan Imam Syafi’i.

 Kita tak usah heran dengan fragmen ini, karena pada usia belum baligh Imam Syafi’i sudah menjadi ulama yang disegani. Usia Sembilan tahun sudah hafal Al-Qur’an. Usia sepuluh tahun isi kitab Al-Muwatha’ karya Imam Malik yang berisi 1720 hadits pilihan juga mampu dihafalnya dengan sempurna. Pada usia 15 tahun telah menduduki jabatan Mufti (semacam hakim agung) kota Makkah, sebuah jabatan prestisius pada masa itu. Bahkan di bawah usia 15 tahun, Imam Syafi’i sudah dikenal mumpuni dalam bidang bahasa dan sastra Arab, hebat dalam membuat sya’ir, jago qira’at, serta diakui memiliki pengetahuan yang luas tentang adat istiadat Arab yang asli. Subhanallah.

Merekapun pernah Gagal
Imam Al-Ghazali adalah orang yang gemar mencatat ilmu-ilmu yang didapatkan hingga suatu saat dia berjalan membawa hasil ilmunya dan di rampok bawaannya. Perampok merebut bawaannya berupa catatan-catatan ilmu. Imam Al Ghazali bersikeras merebutnya, tapi dia malah di cemooh, masa mengandalkan ilmu hanya pada catatan bukan dari hafalan di hati, “Al-ilmu fish shudhur la fis suthuur…”
           
            Kegagalan inilah yang melecut dirinya untuk mengambil ibrah dan merubah cara belajarnya dari sekedar mencatat menjadi menghafal. Dan hasilnya luar biasa sebagaimana kita rasakan hingga saat ini. Kegagalan lainnya adalah beliau juga pernah tersesat dalam filsafat ilmu kalam namun akhirnya tersadar dan mengungkapkan kesesatan-kesesatan ilmu filsafat atau ilmu kalam.

Bermimpi Yuk!
            Penulis mengajak para pembaca bermimpi. Ada apa dengan mimpi? Mengapa kita harus bermimpi? Bukankah mimpi itu bunganya tidur? Apa kita harus tidur dulu? Bagaimana mau maju, bukankah kita sudah kebanyakan tidur?

Begini, suatu hari Umar bin Khatab ra melakukan dialog dengan beberapa orang di zamannya. Umar bin Khatab berkata : “Berangan-anganlah!” maka salah seorang diantara yang hadir berkata : “saya berangan-angan kalau saja mempunyai banyak uang (dinar dan dirham), lalu saya belanjakan untuk memerdekakan budak dalam rangka meraih ridha Allah.”

Seorang lainnya menyahut : “Kalau saya, berangan-angan memiliki banyak harta, lalu saya belanjakan fi sabilillah.” Yang lainnya menyahut : “Kalau saya mengangankan mempunyai kekuatan tubuh yang prima lalu saya abadikan diri saya untuk member air zam-zam kepada jama’ah haji satu persatu.”

Setelah Umar bin Khatab mendengarkan mereka, ia pun berkata : “Kalau saya, berangan-angan kalau saja di dalam rumah ini ada tokoh seperti Abdullah bin Al Jarrah, Umair bin Sa’ad dan semacamnya.”
[Stop! Bangun dan bangkitlah, jangan tidur terus nanti kebablasan]
            Mungkin anda bertabya mengapa harus bermimpi sih? Memang, mimpi itu kembangnya tidur dan bukankah kita harus realistis?

            Begini para pembaca budiman, memang mimpi bisa jadi tinggal mimpi. Namun ada sebuah hikmah “Bermimpilah sebelum kamu menjadi pemimpin.” Serta “Belajarlah sebelum engkau menjadi pemimpin.”  Ternyata banyak orang-orang besar, pemimpin besar yang berangkat dari seorang pemimpi. Jadilah pemimpi yang besar untuk menjadi pemimpin yang besar. Dalam sebuah majelis, ada seorang syaikh yang mengatakan, “Laa budda lil qaa-idi yakuuna lahu ahlam, wa illa la yashluh an yahuuna qaa-idan… seorang pemimpin hharus mempunyai banyak mimpi, jika tidak dia tidak layak jadi pemimpin.”

            Memang kenyataannya, kita akan kehabisan stok pemimpin kalau tidak ada lagi orang yang berani bermimpi dan bercita-cita besar. Nah, bila untuk bermimpi saja tidak berani, bagaimana ia berani memimpin? Karena menjadi pemimpin berabti menjadi orang yang cerdas. Yakni berani berfikir mendahului  masanya, meski kadang orang lain belum bisa memahaminya. Ia juga obsesif. Memiliki pikiran dan gagasan besar di luar apa yang dipikirkan orang lain. Seperti yang dilakukan Khidr, hal-hal yang tidak bisa dipahami dan dimengerti oleh Nabi Musa.

            Tapi yang aneh, kadang untuk bermimpi dan bercita-cita saja takut apalagi untuk meraihnya. Iya kan?

Berhitung… mulai !
Kalau dihitung-hitung, masing-masing waktu kita sama : 60 detik dalam 1 menit, 60 menit dalam 1 jam dan 24 jam sehari, 7 hari sepekan dam seterusnya, anda sendiri hitunglah waktu Anda. Namun kata Imam Al Ghazali. Kalau orang umurnya 60 tahun rata-rata dan menjadikan 8 jam sehari untuk tidur, maka dalam 60 tahun iya telah tidur 20 tahun. Luar biasa… banyak banget tidurnya ya. Lah prestasinya mana…? Itulah kebanyakan manusia. Apakah termasuk kita?
           
            Kita akui, kita orang biasa. Banyak keterbatasan, kekurangan, kelemahan, kegagalan, kemalasan de el el. Itu bukan masalah. Bagaimana ditengah keterbatasan itu kita mendahsyatkan diri lahir prestasi tinggi. Itulah kepahlawanan sejati. From Zero to Hero!

            Sejarah mencatat, banyak orang besar justru lahir di tengah himpitan kesulitan bukan buaian kemanjaan. Mereka besar dengan mengurangi jam tidurnya, waktu bekerja dan kesibukan mengurusi duniawi untuk memenuhi kebutuhan ukhrawi. Menyedikitkan tidur malam untuk bisa bangun malam. Sedikit canda untuk rasakan nikmatnya ibadah. Tak berlebihan dalam bergaul ‘tuk’ rasakan lezatnya iman. Menahan diri dari maksiat biar tubuhnya tetap sehat.




Kelebihan buku Zero to Hero
Bila di pandang dari sudut harganya buku ini sangat murah hanya 25.000 ribu rupiah, namun sangat istimewah manfa’atnya. Dan dalam buku ini kita sebagai pembaca lebih ditekankan untuk meneladani para tokoh-tokoh Islam yang ada dalam buku tersebut seperti seorang Imam Syafi’I yang dulu menjadi mufti kecil di usianya yang masih kecil, dan juga ditekankan bagi kita untuk dapat memanfaatkan momentum-momentum, waktu, dan massa yang ada dengan sebaik mungkin tanpa harus mensia-siakan waktunya sehingga kita dapat mengenal sosok para pejuang yang tangguh dalam menggapai kesuksesan duniawi maupun ukhrawi seperti imam sya’fii, imam al-ghazali, umar bin khatab dan lain-lain. Buku ini juga memberikan motivasi untuk menggali potensi yang ada dalam diri seseorang, dengan memberikan contoh-contoh teladan yang ada di zaman Rasulullah SAW. Dari segi bahasanya, bahasa yang digunakan dalam buku ini lebih ke bahasa gaul anak remaja zaman sekarang ini.



Kekurangan buku Zero to Hero
Dalam buku yang berjudul Zero to Hero ini memang  saya akui lebih banyak kelebihannya dari pada kekurangannya, namun ada beberapa hal yang menjadi kekurangan buku ini seperti banyak kata-kata yang di ulang dalam beberapa  pembahasan. Dan dalam buku ini ada beberapa kata tidak memakai EYD (ejaan yang disempurnakan) contoh dalam penulisan “Al-quran” dibuku ini di tulis “Al-qur’an”, dalam EYD penulisan “Al-qur’an” memang disalahkan yang benar adalah “Al-quran”. Ketika menyebutkaan ayat-ayat Al-quran buku ini hanya menyampaikan/menuliskan terjemahannya saja tanpa bahasa arabnya. Seharusnya ayat bahasa arabnya lalu di tulis terjemahannya.

Sasaran
Buku motivasi yang sangat super ini sebenernya ungkapan-ungakapan yang ada didalam hati penulis. Penulis menulis buku ini dengan bahasa yang mudah dicerna oleh kalangan pemuda-pemudi zaman sekarang, sangat menarik untuk dibaca.  Sehingga pemuda-pemudi lebih tertarik dalam membacanya. Penulis berharap bahwasannya buku ini bukan hanya dibaca oleh orang-orang tua saja namun buku ini harus dibaca oleh banyak pemuda-pemudi dikarenakan pemuda-pemudi zaman sekarang merupakan calon-calon pemimpin dan pastinya kita semua mengharapkan dan sangat memimpikan pemimpin yang sempurna dalam segala sisi, dari sisi duniawi maupun sisi ukhrawi. Itulah pemimpin yang diimpi-impikan kita semua selama ini. Seperti para pemimpin ketika zaman Rasulullah bisa menciptakan kedamaian dan keadilan yang abadi dalam negaranya. Diharapkan  bahwasannya pemuda-pemudi untuk membaca buku ini, merenungi dan bisa menciptakan pribadi yang hebat. Sehingga kelak akan menjadi pemimpin yang sempurna.

Manfaat
Setelah membaca buku motivasi ini banyak sekali manfaat yang akan di dapat oleh pembaca, diantaranya akan memiliki motivasi yang benar dan besar dalam hidup anda, memiliki cara pandang positif menghadapi kehidupan, menuntun anda menggali cita-cita besar anda, mengenali sifat-sifat positif untuk ditumbuhkan dan dikembangkan, mengenali sifat-sifat negative untuk dikikis dan dihilangkan, membantu anda mencali alur bagaimana meraih sukses dan bahagia, memiliki cara-cara yang tepat dan akurat untuk menggali potensi diri melejitkannya meraih pretasi luar biasa, tidak menyia-nyiakan momentum dan kesempatan, selalu berfikir dan bekerja keras untuk mengembangkan diri, menyadari keterbatasan, lakukan percepatan dan pemberdayaan, raih prestasi, menyusun rencana hidup untuk melahirkan amal-amal unggulan, dan jangan menyerah menghadapi masalah.

No comments:

Post a Comment